Bicara kuliner, mungkin tidak bisa tidak, harus menyinggu Thailand. Negara yang satu ini memang memiliki ragam kuliner yang banyak dan mendunia. Sebut saja misalnya sop Tom Yam. Dan bicara kuliner Thailand, mungkin juga tidak bisa lepas dari yang namanya Khaoniao Mamuang. Kuliner yang satu ini sebenarnya termasuk menu penutup, tapi banyak juga yang menjajakannya sebagai panganan jajanan, di Malaysia juga Indonesia.    

Apa sih Khaoniao Mamuang? Kalau bahasa Inggrisnya Mango Sticky Rice. Di Malaysia banyak orang menyebutnya Pulut Mangga. Di Indonesia lebih dikenal sebagai Ketan Mangga. Seperti namanya, panganan penutup ini dibuat dari ketan putih yang dimasak dengan garam secukupnya. Setelah masak disajikan bersamaan dengan mangga dingin yang sudah masak dalam potongan sedang. Biasanya pulut mangga Thailand ini disajikan di piring ceper. Ada yang memberinya wijen sebagai garnish, ada juga yang polos saja, atau ada juga yang menyampurnya dengan bahan alami sehingga pulutnya berwarna biru.    

Penjual memisahkan santan kelapa. Santan disiramkan ke pulut dan mangga tadi. Jadilah perpaduan manis, asam dan sedikit asin. Kalau khawatir soal kolestrol, Pulut Mangga tanpa santan pun tidak kalah lezatnya. Pulutnya pulen dan mangganya manis karena sudah masak pokok. Di Thailand, panganan ini tidak disajikan dengan sembarang mangga. Jenis mangga yang dipakai biasanya dikenal dengan nama mangga Nam Dok Mai. Kalau di Indonesia mungkin sejenis mangga Harumanis. Tapi karena alasan komersil, seringkali diganti dengan jenis mangga lain yang mudah didapat sepanjang tahun dengan harga tidak terlalu mahal.    

Pulut Mangga khas Thailand  bisa kita temukan di hampir semua restoran dan food court bahkan hingga pedagang kaki lima di pinggir jalan di kawasan pasar-pasar  tradisional di ibukota Bangkok dan kota kota lain Thailand seperti Hat Yai dan Phuket. Meski berasal dari Thailand, makanan ini banyak juga dikonsumsi di wilayah geografis Asia Tenggara, seperti Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia. Pulut Mangga biasanya menjadi sajian utama puncak musim mangga pada musim panas di Thailand, sekitar bulan April dan Mei. #